The innocent one, stray being International Relations student.
Try to share what I can share
Background Illustrations provided by: http://edison.rutgers.edu/
Reblogged from aliyahani  91 notes

Tidak akan teruji kesetiaan seorang lelaki jika hanya berpacaran. Makanya jangan percaya sama laki-laki yang ngaku setia, tapi tidak punya kepastian kapan akan menikahimu. Jangan heran di tahun kedua, ketiga, keempat, kelima pacar mu akan selingkuh setelah dia mendapat apa yang dapat memuaskan kebutuhan biologisnya, megang tangan, bahkan lebih dari itu. Karena kesetiaan lelaki sejati hanya teruji setelah pernikahan. Itupun kalo niat menikahnya untuk menundukkan hawa nafsunya. Makanya harus selektif dengan laki-laki. Jangan asal “merasa laku”. Kita begitu berharga, bangsa ini membutuhkan perempuan-perempuan yang mampu menjaga diri. Karena ada harapan bangsa yang perlu kita jaga. Jaga diri perempuan Indonesia. Kita selamatkan bangsa ini! By Note for you, girls! (via aliyahani)

Reblogged from ayojadilebihbaik  6,141 notes
ayojadilebihbaik:

akhirulsyah:

dingsanddoodles:

A really engaging book

hahaha.. persis :))


//

ayojadilebihbaik:

akhirulsyah:

dingsanddoodles:

A really engaging book

hahaha.. persis :))

Kenapa, kenapa, kenapa?

Kenapa memasuki Bulan Haji ini banyak yang nikah? Kenapa banyak undangan menghadiri resepsi orang terdekat, tapi saya engga bisa dateng? Dua undangan respsi pernikahan saya tolak. Mau bagaimana lagi, di semester ini harus marathon (tapi teteeep, kuliah jangan sampai ganggu maen kalau kata Teh Dea wkwkwk). 

Barakallah pernikahannya ya akang-teteh, dan teman-teman yang lain. Semoga dengan sampainya undangan resepsi pernikahan ke rumah saya membuat saya semakin bersemangat di semester ini dan seterusnya #nahlooh #salahfokus

Jadi speechles pas denger kabar sodara sendiri mau dilamar orang. Via sms Ibu menceritakan kabar bahagia itu. But as always, sangat disayangkan…. Ibu secara tidak langsung meminta saya untuk melakukan proses yang sama jika akan menikah nanti (Tazki masih 20 tahun Bu, keep calm).

Ibu: Nak, Mbak Lily (bukan nama asli) mau nikah bentar lagi.

Me: Oh ya, Bu? Kapan?

Ibu: Engga akan lama lagi. Hebatnya dia dita’arufin sama temen Ibu.

Me: Alhamdulillah. Terus, Ibu pengen aku kaya Mbak Lily? *lalu mikir*

Ibu: Engga, tapi semoga kamu bisa mengikuti jalannya.

Me: Ya sama aja. Bu, ampai kapanpun aku engga akan bisa jadi     orang lain.

*lalu perdebatan antara Ibu & anak pun terus berlangsung*

Nah, kenapa harus begitu? Saya tahu setiap kali Ibu menceritakan orang lain yang jauh lebih hebat dari saya, Ibu menginginkan saya sehebat mereka juga. Tapi engga harus dengan cara yang sama kan? Please Mom, I have my own way. I have my own opinion. I have my own choice.

Mungkin beberapa orang ada yang tahu kalau saya paling tidak suka diintervensi, diintimidasi, dan direpresi #uhyeaaah. Oleh karena itu, setiap orang yang akan memberi masukan kepada saya harus tau dulu bagaimana caranya agar saya menerima masukan tersebut. Jangan asal ngomong. This is me. Actually, me.

Lalu laluuuu, tambah speechless lagi begitu di situs jejaring sosial Mbak Lily meng-upload fotonya. Lengkap dengan cincin di jari manisnya. Woaaa, she has been engagement! In Islam we can call it ‘khitbah’. Saya hanya percaya, Allah tidak pernah salah dalam menentukan kapan kepastian datang untuk hambaNya. Kepastian rezeki, jodoh, bahkan maut. Finally I believe in my self, I would be better, simply better be my self not emulate the other people.

Agak envy sih sebenernya. Kenapa satu bulan ini banyak banget orang show on di jejaring sosial tentang ‘proposal hidupnya’ #eaaa. Ah yaaa saya belum cukup umur untuk hal itu. Saya hanya envy ketika melihat orang baik bertemu orang yang lebih baik. Ini berarti acuan bagi saya. Melalui mereka saya dapat bercermin. Ketika kita berubah menjadi lebih baik itu jangan jadikan orang lain sebagai alasan utama. Niat berubahnya harus diluruskan dulu agar tak berujung kecewa #pengalaman. Ketika niat kita sudah lurus, Allah pasti mengantarkan kita pada satu titik dimana kita akan bertemu dengan orang yang tepat, sebanding dengan apa yang telah kita capai—the degree of imaan.

Selamat menempuh perjalanaan baru Mbak Lily, akang-teteh, dan teman-teman lain yang akan segera menyempurnakan imannya. Selamat menjalani tantangan baru everyone, tantangan untuk menaklukkan diri sendiri sehingga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik.

Nb: Terlepas dari semua bantahan dan sanggahanku ke Ibu, Tazki tetep menghormati semua masukan Ibu kok. Do’akan yaa Bu, semoga Tazki bisa lebih dari apa yang Ibu harapkan. I love you, Mom!

*peluk hangat dari Bandung*

Gara-gara macet

Sabtu kemarin tanggal 05 Oktober 2013 ceritanya saya janjian ketemu di Bandung sama temen sekampung halaman. Mungkin 2 jam nunggu saya membuat dia kesal, dan mondar-mandir. Jelas, weekend di Bandung itu sama aja weekend di jalan. Saya kejebak macet parah. Yang lucunya itu, pas saya sampe dia malah pergi. Aduuuh tepok jidat deh, kebodohan diri sendiri bikin orang nunggu. Tapi ya bukan salah saya juga sih, yang salah itu kenapa harus macet hahhaa. Saya bingung tuh mau kemana, saya memutuskan untuk pergi nyari makan siang. Di tempat makan ketemu 2 orang temen sejurusan—Meita & Nuril. Engga mubazir banget lah gagal ketemu temen sekampung halaman. At least bisa makan steak setelah sekian lama wkwkwk. Dan saya bisa membawa pulang setumpuk buku baru yang sebagian titipan ibu. Akhirnya pulang bareng Meita & Nuril juga. Yaaah itulah mungkin hikmahnya parampaaaam…

how’s unforgetable yeah~

Reblogged from rssysppy  1 note

rssysppy:

What a day! Diawali dengan kuliah jam 8 pagi yang wacana-nya 4 sks dibatalkan dengan seenak jidat oleh Yang Berkuasa satu jam sebelum jam 8 dan karena ‘materi belum siap’. Kemudian dapet kabar kalau photo essay book Aa Myungsoo sudah sampai di online shop induk semang *YEAY* dan dilanjutkan dengan kuliah bersama Yang Berkuasa itu selama 4 jam. Istirahat 30 menit. Foto pertama: Moodbooster kedua hari itu, selain kabar photo essay book Aa. Foto angkatan my precious HI Unpad 2011 :) dan yang di bawah adalah foto siksaan di bumi selama 4 jam….yah rasakanlah ris. Rasakanlah. Hari ini berakhir dengan turun dari kampus bersama sang charger (dan yang lain). Makasih ya Ya Allah

ris gue tauuu charger-mu siapa hahaha

Today’s lesson

Kejadian lucu hari ini ngasih saya pelajaran:

1. Jangan buru-buru mengambil keputusan

2. Naik travel aja kalo macet, ga usah naik dam*i

3. Dipikirin baik-baik mana yang lebih prioritas

4. Jangan membuat orang nunggu (in this case meskipun gara2 macet)

My 20 years gift

Bagi saya, kado terindah di usia 20 tahun ini adalah menemukan apa yang saya cari. Bukan materi, bukan hal duniawi. Semua orang pasti pernah mengalami proses pencarian jati diri, begitu pula dengan saya. ‘Jalan’ ini akhirnya saya pilih. Dulu juga sempat memilih ‘jalan’ ini tapi saya tak mempunyai pondasi pemahaman yang cukup kuat untuk mempertahankannya. Dulu apa yang terjadi ketika saya mengabaikan ‘jalan’ ini? Saya tak tahu arah, terombang-ambing, berjalan ke segala arah tanpa tahu apa yang menjadi tujuan sebenarnya. 

Saya ingin bergerak lebih maju. Ingin mengisi 20 tahun ini dengan hal-hal yang lebih baik. Perjalanan panjang 20 tahun silam itu akan saya anggap proses, proses sehingga saya menemukan ‘jalan’ ini. 

Beberapa orang terdahulu yang sempat hadir dalam hidup saya dan tahu bagaimana saya dahulu, mungkin mereka akan sangsi terhadap perubahan dalam diri saya. Tapi saya yakin, Allah Maha Mengetahui. Persepsi orang-orang terhadap saya pun akan membaik seiring perubahan baik pula dalam diri saya. 

"Your past mistakes are meant to guide you, not define you." —Anonim  

sumber gambar: http://shareinspirequotes.blogspot.com/2013/03/your-past-mistakes-are-meant-to-guide.html

Semoga perjalanan baru saya ke depannya dapat menghasilkan manfaat bagi diri sendiri dan orang lain, amin. Semangat perubahan~